Skip to main content

5 Pilar Kesuksesan Bisnis

Strategi membangun ekonomi yang dimaksud adalah cara dan siasat merintis usaha atau bisnis dari nol sampai menjadi sebuah Imperium bisnis, atau paling tidak subjeknya menjadi businessman  yang sukses. Akan tetapi dalam tips ini lebih menekankan pada upaya penyadaran pentingnya ekonomi serta meletakkan psikologis bagi kebangkitan kaum muslimin.


1.      Pilar pertama, membangkitkan motivasi
Fondasi paling dasar dalam melakukan segala sesuatu yang ingin di capai adalah motivasi. Termasuk juga dalam hal memulai sebuah bisnis yang akan menjadikan anda sukses. Dengan membangkitkan motivasi yang benar maka anda akan membangkitkan berbagai jenis potensi terpendam yang anda miliki. Sehingga timbullah keberanian untuk memulai bisnis. Sementara itu motifasi juga ada yang bersifat negatif (negative thinking) yang mana hal tersebut mengundang rasa takut berlebih sehingga  acap kali membuahkan kegagalan dalam berbisnis .

Maka dari itu selaku orang yang baru memulai anda harus memiliki kemauan yang tinggi serta membuang jauh-jauh pikiran negatif yang  menghambat majunya anda dalam berbisnis  dengan mengesampingkan hasil awal dari berbisnis (untung dan rugi). Niat yang baik juga menjadi salah satu hal timbulnya motivasi dalam berbisnis yang lebih bermakna. Sesuai dengan hadits  Nabi Innamal a’amalu binniyat, semua amal tergantung pada niatnya.  



2.      Pilar kedua, membaca peluang
Pintar-pintarlah mencari peluang, Karena semakin pintar anda membaca peluang pasar maka semakin mudah kita menadapatkan tempat di hati para konsumen. Tidak perlu jauh dan sulit untuk mendapatkan peluang bisnis yang baik. Segala hal yang tidak kita sadari pun bisa menjadi sebuah peluang yang menjanjikan. Contoh yang makin banyak terjadi di masyarakat adalah menjadikan hobi sebagai pekerjaan.

Akan tetapi disini kita harus berhati-hati, kerena terkadang kita terbuai dengan pasar yang baru kita mulai akan tetapi sudah berkembang. Sehingga membuat kita sering gegabah dalam menanggapi peluang yang ada. Intinya, jangan tergesa-gesa. Buatlah perbandingan antara satu peluang dengan peluang yang lainnya, buat skema kelemahan dan kelebihan dari setiap peluang agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.


3.      Pilar ketiga, keterampilan manajemen waktu
Manajemen waktu meliputi dua aspek utama yakni perancangan dan pelaksanaan.
v  Merencanakan berarti membuat program secara definitif (pasti) dengan mempertimbangkan hambataan tantangan serta ancaman yang mungkin timbul untuk dihadapi kedepannya
v  Melaksanakan berarti merealisasikan program yang telah di tetapkan dengan cara dan kontrol yang sistematis dan terang (jelas) . Hal ini harus bersamaan dengan disiplin diri dan taat terhadap program yang telah disusun supaya mendapatkan hasil yang memuaskan.


4.      Pilar keempat, tekun dan ulet
Tekun atau ulet berarti sabar. Sabar dalam menumbuhkan usaha sekaligus sabar mengelola resiko dalam berbisnis. Bersama kesabaran ini akan membuahkan keberanian. Tentunya keberaniaan yang positif, bukan kesembronoan. Tekun berarti sukses, Sukses berarti menang, Menang berarti tidak takut kalah. Karena kegagalan seringkali bukan karena bisnisnya kurang protektif atau bukan karena kurang ahli. Akan tetapi karena kurang tekun. Ingat. Jangan takut mengambil resiko dan takut gagal. Karena kegagalan awal dari kesuksesan.


5.      Pilar kelima, berdoa
Doa adalah senjata terkuat seorang mukmin bahkan seluruh manusia. Karena dengan doa kita bisa terus memompa semangat  dan menjauh dari rasa pesimis. Doa menjadikan kita tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam bisnis dan segala hal. Karena doa pula semangat membara untuk terus berjuang meraih cita-cita akan terhujam kedalam hati. Uduni astajiblakum. Berdoalah padakau maka akan ku kabulkan.


Semua pilar diatas adalah sebuah pegangan dasar dalam membangkitkan ghirah ekonomi kita. Dan semua itu tidak akan terlaksanan kalau tidak kita praktekan sesuai dengan koridor-koridor hukum Negara maupun hukum Syar’i. selamat  mencoba dan semoga berhasil dalam berniaga. See You Next Time.

Comments

Popular posts from this blog

Jauhi hutang !! Maka hidupmu akan lebih Bahagia

Hutang adalah kebiasaan yang kini telah menjelma menjadi “kebutuhan hidup”. Setiap orang yang ada didunia ini rasanya tidak afdhol apabila tidak memiliki hutang. Pehaman keliru akan bahaya hutang membuat hal ini terjadi. Padahal sejatinya hutang adalah suatu perkara yang seharusnya di jauhi dan bahkan di tinggalkan. Berikut ini adalah kiat-kiat untuk menanggulangi diri dari jeratan  hutang. 1.       Niat Tanamkan dalam diri bahwa hutang adalah sesuatu yang meresahkan, merendahkan harkat dan martabat anda sendiri. Anda akan sengsara bila mempunyai hutang. oleh karena itu anda harus mempunyai niat dan tekad yang kuat untuk menghindarinya. 2.       Qonaah Sambil ikhtiyar dalam bekerja anda harus memiliki rasa qonaah akan segala yang didapatkan. Hal ini di wujudkan dalam sikap dan perilaku hidup yang bersahaja, tidak boros dan selalu merasa cukup. Serta mengontrol pengeluaran yang harus lebih kecil dari pem...

Ibrahim bin Adham

    Al- kisah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang laki-laki yang biasa berburu ke hutan yaitu bernama Ibrahim Bin Adham. Pada pagi hari berangkatlah beliau untuk berburu kehutan dengan menaiki kudanya sambil membawa bekal makanan nasi seadanya.       Setelah menempuh perjalanan yang jauh beliau merasa lelah dan lapar lalu beristirahat di suatu gubuk yang ada di pinggir jalan dimana orang-orang yang kepayahan di perjalan juga bisa beristirahat di gubuk tersebut. Dan di gubuk itulah Ibrahim bin adham membuka bekalnya yang berupa bungkusan nasi guna menikmati makan siangnya. Disaat beliau sedang asik menikmati makanan dan rotinya, tiba-tiba datanglah seekor gagak yang besar turun dari atas pohon lalu hinggap di dekat Ibrahim Bin Adham, tanpa diduga sebelumnya, burung itu kemudian mengambil sepotong roti dengan paruhnya dan langsung terbang sambil membawa porongan rooti tersebut menuju tempat yang jauh. Melihat kenyataan yang aneh seperti ...