Strategi membangun ekonomi yang dimaksud adalah cara dan siasat
merintis usaha atau bisnis dari nol sampai menjadi sebuah Imperium bisnis,
atau paling tidak subjeknya menjadi businessman yang sukses. Akan tetapi dalam tips ini lebih
menekankan pada upaya penyadaran pentingnya ekonomi serta meletakkan psikologis
bagi kebangkitan kaum muslimin.
1.
Pilar pertama, membangkitkan motivasi
Fondasi paling
dasar dalam melakukan segala sesuatu yang ingin di capai adalah motivasi. Termasuk
juga dalam hal memulai sebuah bisnis yang akan menjadikan anda sukses. Dengan
membangkitkan motivasi yang benar maka anda akan membangkitkan berbagai jenis
potensi terpendam yang anda miliki. Sehingga timbullah keberanian untuk memulai
bisnis. Sementara itu motifasi juga ada yang bersifat negatif (negative
thinking) yang mana hal tersebut mengundang rasa takut berlebih
sehingga acap kali membuahkan kegagalan
dalam berbisnis .
Maka dari itu selaku orang yang baru
memulai anda harus memiliki kemauan yang tinggi serta membuang jauh-jauh
pikiran negatif yang menghambat majunya
anda dalam berbisnis dengan
mengesampingkan hasil awal dari berbisnis (untung dan rugi). Niat yang baik
juga menjadi salah satu hal timbulnya motivasi dalam berbisnis yang lebih
bermakna. Sesuai dengan hadits Nabi Innamal
a’amalu binniyat, semua amal tergantung pada niatnya.
2.
Pilar kedua, membaca peluang
Pintar-pintarlah
mencari peluang, Karena semakin pintar anda membaca peluang pasar maka semakin
mudah kita menadapatkan tempat di hati para konsumen. Tidak perlu jauh dan
sulit untuk mendapatkan peluang bisnis yang baik. Segala hal yang tidak kita
sadari pun bisa menjadi sebuah peluang yang menjanjikan. Contoh yang makin
banyak terjadi di masyarakat adalah menjadikan hobi sebagai pekerjaan.
Akan tetapi
disini kita harus berhati-hati, kerena terkadang kita terbuai dengan pasar yang
baru kita mulai akan tetapi sudah berkembang. Sehingga membuat kita sering
gegabah dalam menanggapi peluang yang ada. Intinya, jangan tergesa-gesa. Buatlah
perbandingan antara satu peluang dengan peluang yang lainnya, buat skema
kelemahan dan kelebihan dari setiap peluang agar tidak menimbulkan kekecewaan
di kemudian hari.
3.
Pilar ketiga, keterampilan manajemen waktu
Manajemen waktu meliputi dua aspek
utama yakni perancangan dan pelaksanaan.
v Merencanakan berarti membuat program secara definitif (pasti)
dengan mempertimbangkan hambataan tantangan serta ancaman yang mungkin timbul
untuk dihadapi kedepannya
v Melaksanakan berarti merealisasikan program yang telah di tetapkan
dengan cara dan kontrol yang sistematis dan terang (jelas) . Hal ini harus bersamaan
dengan disiplin diri dan taat terhadap program yang telah disusun supaya
mendapatkan hasil yang memuaskan.
4.
Pilar keempat, tekun dan ulet
Tekun atau ulet
berarti sabar. Sabar dalam menumbuhkan usaha sekaligus sabar mengelola resiko
dalam berbisnis. Bersama kesabaran ini akan membuahkan keberanian. Tentunya
keberaniaan yang positif, bukan kesembronoan. Tekun berarti sukses, Sukses berarti
menang, Menang berarti tidak takut kalah. Karena kegagalan seringkali bukan
karena bisnisnya kurang protektif atau bukan karena kurang ahli. Akan tetapi
karena kurang tekun. Ingat. Jangan takut mengambil resiko dan takut gagal.
Karena kegagalan awal dari kesuksesan.
5.
Pilar kelima, berdoa
Doa adalah
senjata terkuat seorang mukmin bahkan seluruh manusia. Karena dengan doa kita
bisa terus memompa semangat dan menjauh
dari rasa pesimis. Doa menjadikan kita tetap tegar dalam menghadapi segala
kemungkinan yang terjadi dalam bisnis dan segala hal. Karena doa pula semangat
membara untuk terus berjuang meraih cita-cita akan terhujam kedalam hati. Uduni
astajiblakum. Berdoalah padakau maka akan ku kabulkan.
Semua pilar diatas adalah sebuah
pegangan dasar dalam membangkitkan ghirah ekonomi kita. Dan semua itu
tidak akan terlaksanan kalau tidak kita praktekan sesuai dengan koridor-koridor
hukum Negara maupun hukum Syar’i. selamat
mencoba dan semoga berhasil dalam berniaga. See You Next Time.





Comments
Post a Comment