Skip to main content

Uswah Rasulullah SAW


Kita sebagai manusia pasti tidak akan lepas dari bersosialisasi dengan manusia. Kita berasimilisasi dengan saling berbaur di dalam daerah yang sama akan tetapi hidup bersama suku yang berbeda. Karena itu semua sudah menjadi sunatullah yang menjadikan manusia beraneka ragam suku dan bahasa agar kita semua saling mengenal. Sehingga menuntut kita untuk mempunyai sikap asih kepada sesama dengan menghargai perbedaan yang ada.

di dunia ini. Kita di tempatkan dalam wadah yang satu dalam lingkup keanekaragaman yang begitu banyak. Bermacam-macam asal muasal setiap orang membuat kita harus mempunyai sikap menghargai yang tinggi. Dan hal ini harus di tanamkan agar tidak terjadi perselisihan antar sesama manusia di dunia.

Dengan sikap ini maka kita akan mencapai derajat yang mulia serta di senangi oleh manusia.  Sikap ini adalah sikap yang telah di ajarkan oleh Rasululloh, manusia mulia yang menjadi pelayan bagi umatnya serta pendidik tersukses di dunia.

Sebagaimana yang tetera dalam hadits beliau bahwa Rasulullah saw itu tidak seorang pun yang memegang tangan beliau lalu beliau menarik tangannya sehingga ia melepaskannya lebih dahulu dan tidaklah dilihat lutut beliau keluar dari lutut teman duduknya dan tidaklah seseorang berbicara dengan beliau selain beliau menghadap kepadanya dengan wajahnya kemudian beliau tidak memalingkan wajahnya dari orang itu sehingga ia selesai dari pembiacaraannya (HR. Thabrani).

Dari hadits tersebut jelaslah bagaimana agungnya akhlaq beliau kepada sesama. Beliau menghargai orang lain dengan sebegitu tingginya. Jadi kepada siapa lagi kita akan mengambil contoh akhlaq yang baik selain kepada manusia yang paling sempurna di dunia ini. Makhluq yang akhlaqnya begitu tinggi serta di puja timur dan barat.

Selain itu kita hidup didunia  di ajarkan untuk bersikap tidak mencari kemulyaan. Akan tetapi kita di ajarkan untuk mencari ridho Allah. Pergi dari rumah dengan niatan ikhlas karena Allah , bukan karena mencari dunia dengan memanfaatkan ilmu agama yang kita peroleh. Serta kita di ajarkan untuk selalu rendah diri akan segala hal yang telah dan akan kita gapai.  Sebagaimana yang telah di tuliskan dalam kitab Ihya Ulumuddin bahwa ”Sebagian hak-hak orang muslim adalah agar bertawadhu terhadap setiap muslim dan tidak sombong kepadanya. Karena Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Padi adalah salah satu filosofi kerendah dirian yang cocok untuk di ambil ibrohnya. Yang mana semakin dia berisi semakin ia menunduk. Rendah diri bukan berarti menghinakan diri. Akan tetapi rendah diri adalah sikap yang menandakan bahwa kita sadar bahwa di atas langit masih ada langit dan juga kita sadar akan berbahanya sikap sombong yang sudah terkenal menjadi pribadi yang menghancurkan segala hal.

Dengan sombong Firaun di tenggelamkan. Karena sombong Qorun di telan bumi. Sombong tak ubahnya menantang Tuhan dan tak tahu diri. Karena manusia itu adalah lemah sementara Allah SWT adalah dzat yang Maha Kuat. Kebodohan yang sangat apabila kita masih bersikap sombong. Hanya Allah yang pantas untuk menyombongkan diri-Nya. Karena dialah dzat yang tiada bangingnya serta dzat yang Maha Sempurna. Wallohu ‘alam

Comments

Popular posts from this blog

Jauhi hutang !! Maka hidupmu akan lebih Bahagia

Hutang adalah kebiasaan yang kini telah menjelma menjadi “kebutuhan hidup”. Setiap orang yang ada didunia ini rasanya tidak afdhol apabila tidak memiliki hutang. Pehaman keliru akan bahaya hutang membuat hal ini terjadi. Padahal sejatinya hutang adalah suatu perkara yang seharusnya di jauhi dan bahkan di tinggalkan. Berikut ini adalah kiat-kiat untuk menanggulangi diri dari jeratan  hutang. 1.       Niat Tanamkan dalam diri bahwa hutang adalah sesuatu yang meresahkan, merendahkan harkat dan martabat anda sendiri. Anda akan sengsara bila mempunyai hutang. oleh karena itu anda harus mempunyai niat dan tekad yang kuat untuk menghindarinya. 2.       Qonaah Sambil ikhtiyar dalam bekerja anda harus memiliki rasa qonaah akan segala yang didapatkan. Hal ini di wujudkan dalam sikap dan perilaku hidup yang bersahaja, tidak boros dan selalu merasa cukup. Serta mengontrol pengeluaran yang harus lebih kecil dari pem...

5 Pilar Kesuksesan Bisnis

Strategi membangun ekonomi yang dimaksud adalah cara dan siasat merintis usaha atau bisnis dari nol sampai menjadi sebuah Imperium bisnis, atau paling tidak subjeknya menjadi businessman   yang sukses. Akan tetapi dalam tips ini lebih menekankan pada upaya penyadaran pentingnya ekonomi serta meletakkan psikologis bagi kebangkitan kaum muslimin. 1.       Pilar pertama, membangkitkan motivasi Fondasi paling dasar dalam melakukan segala sesuatu yang ingin di capai adalah motivasi. Termasuk juga dalam hal memulai sebuah bisnis yang akan menjadikan anda sukses. Dengan membangkitkan motivasi yang benar maka anda akan membangkitkan berbagai jenis potensi terpendam yang anda miliki. Sehingga timbullah keberanian untuk memulai bisnis. Sementara itu motifasi juga ada yang bersifat negatif ( negative thinking ) yang mana hal tersebut mengundang rasa takut berlebih sehingga  acap kali membuahkan kegagalan dalam berbisnis . Maka dari itu selaku ora...

Ibrahim bin Adham

    Al- kisah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang laki-laki yang biasa berburu ke hutan yaitu bernama Ibrahim Bin Adham. Pada pagi hari berangkatlah beliau untuk berburu kehutan dengan menaiki kudanya sambil membawa bekal makanan nasi seadanya.       Setelah menempuh perjalanan yang jauh beliau merasa lelah dan lapar lalu beristirahat di suatu gubuk yang ada di pinggir jalan dimana orang-orang yang kepayahan di perjalan juga bisa beristirahat di gubuk tersebut. Dan di gubuk itulah Ibrahim bin adham membuka bekalnya yang berupa bungkusan nasi guna menikmati makan siangnya. Disaat beliau sedang asik menikmati makanan dan rotinya, tiba-tiba datanglah seekor gagak yang besar turun dari atas pohon lalu hinggap di dekat Ibrahim Bin Adham, tanpa diduga sebelumnya, burung itu kemudian mengambil sepotong roti dengan paruhnya dan langsung terbang sambil membawa porongan rooti tersebut menuju tempat yang jauh. Melihat kenyataan yang aneh seperti ...